Pelatihan dan Pemberdayaan Rumah Tahfis Quran AlMumtaza untuk Pengembangan Media Pembelajaran dan Dakwah Menggunakan AI dan AR
DOI:
https://doi.org/10.23960/buguh.v5n4.2812Keywords:
Generasi Z, Digital Native, Augmented Reality (AR), Generative AI, Media Pembelajaran, DakwahAbstract
Generasi Z, yang dikenal sebagai digital native, tumbuh di lingkungan yang didominasi oleh teknologi dan memiliki gaya belajar yang cenderung lebih tertarik pada pengalaman yang bersifat interaktif, visual, dan berbasis teknologi. Hal ini menyebabkan metode pendidikan moral etika dan dakwah tradisional, seperti ceramah langsung, menjadi kurang efektif. Di sisi lain, guru dituntut mampu membuat konten bahan ajar yang menarik, edukatif, dan interaktif. Pengelolaan multimedia pembelajaran berbasis internet untuk memvisualisasikan konsep-konsep belajar masih begitu terbatas. Pemanfaatan media berbasis Augmented Reality (AR) dalam proses pembelajaran dapat memberikan dampak positif berupa penjelasan guru yang dapat diingat dan dipahami oleh siswa, serta berdampak pada peningkatan pemahaman konsep siswa (Pujiastuti & Haryadi, 2020; Ossy et al., 2013). Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi AR dalam dakwah memerlukan pendekatan strategis, meliputi pengembangan konten yang menarik dan relevan, penguatan infrastruktur teknologi, serta penerapan metode kolaboratif yang melibatkan pengguna dalam proses pengembangan. Optimalisasi penyebaran konten melalui media digital dan proses evaluasi berkelanjutan menjadi elemen kunci untuk menjaga relevansi dan dampak dakwah berbasis AR. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengimplementasikan teknologi Generative AI dan AR pada pembelajaran agar menjadi lebih menarik dan inovatif
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

